Nama Manado berasal dari bahasa
Tombulu tua, yakni Manoir yang sepadan dengan Maharor, Maerur atau
Maherur dalam bahasa yang sama yang berarti berkumpul untuk berunding.
Konon lokasi ini dahulu adalah Pahawinaroran ni Tasikela, yang artinya
tempat berkumpul orang-orang Spanyol. Maksudnya suatu tempat dimana
orang Minahasa dan orang Spanyol bertemu dan berkumpul untuk melangsungkan suatu perundingan.
cultural
heritage dan living cultural yang tersisa dan hidup di kawasan tersebut adalah
suatu bukti adanya kekayaan sejarah sebuah kota atau kawasan. Keduanya
merupakan warisan peradaban umat manusia.
Demikian
halnya dengan Kabupaten Tegal, Wilayah yang kaya akan jejak peninggalan
kesejarahan sebagai penanda bahwa Kabupaten Tegal sebagai tlatah kawasan tak
dapat dilepaskan dari keterkaitan garis sejarah hingga membentuk kawasan
sekarang ini.
Sejarah Kabupaten Bekasi
Dalam catatan
sejarah, nama "Bekasi" memiliki arti dan nilai sejarah yang khas.
Menurut Poerbatjaraka, seorang ahli bahasa Sansekerta dan Jawa Kuno -
Asal mula kata Bekasi, secara filosofis, berasal dari kata
Chandrabhaga. Chandra berarti "bulan" (dalam bahasa Jawa Kuno, sama
dengan kata Sasi) dan Bhaga berarti "bagian". Jadi, secara etimologis
kata Chandrabhaga berarti bagian dari bulan.
Ada yang mengatakan bahwa nama
Sukabumi berasal dari bahasa Sunda, yaitu Suka-Bumen, yang bermakna
bahwa pada kawasan yang memiliki udara sejuk dan nyaman ini membuat
orang-orang suka bumen-bumen atau menetap. Penjelasan yang lebih
masuk akal adalah bahwa nama "Sukabumi" berasal dari bahasa Sansekerta
suka, "kesenangan, kebahagiaan, kesukaan" dan bhumi, "bumi". Jadi
"Sukabumi" artinya "bumi kesukaan".
Setelah
20 tahun merayakan hari ulang tahun dengan tonggak peresmian sebagai
Kotamadya pada 27 Februari 1992, mulai tahun 2013 ini Denpasar merayakan
hari jadi dengan mengambil tonggak pendirian Puri Denpasar tahun 1788.
Itu sebabnya, perayaan HUT Kota Denpasar tahun ini ditandai sebagai hari
jadi ke-225.
Penetapan tahun 1788 sebagai tonggak
pendirian Kota Denpasar ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor
10 tahun 2012 tentang Hari Jadi Kota Denpasar. Seperti apa sebetulnya
Denpasar dua seperempat abad lalu?
Daerah Gorontalo merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam di
Indonesia Timur yaitu dari Ternate, Gorontalo, dan Bone. Seiring dengan
penyebaran agama tersebut Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan
perdagangan masyarakat di wilayah sekitar seperti Bolaang Mongondow
(Sulaweis Utara); Buol Toli-Toli, Luwuk Banggai, Donggala (Sulawesi
Tengah) bahkan sampai ke Sulawesi Tenggara. Gorontalo menjadi pusat
pendidikan dan perdagangan karena letaknya yang strategis menghadap
Teluk Tomini (bagian selatan) dan Laut Sulawesi (bagian utara).
Sejarah kerajaan Banten merupakan kerajaan Islam yang terletak di
Propinsi Banten. Mulanya, kerajaan Banten berada dibawah kekuasaan
Kerajaan Demak. Namun, Banten berhasil melepaskan diri ketika mundurnya
Kerajaan Demak. Pemimpin Kerajaan Banten pertama adalah Sultan
Hasanuddin yang memerintah pada tahun 1522-1570. Sultan Hasanuddin
berhasil membuat Banten
Dengan
berakhirnya masa kesultanan jambi menyusul gugurnya Sultan Thaha
Saifudin tanggal 27 April 1904 dan berhasilnya belanda menguasai
wilayah-wilayah kesultanan jambi, maka jamb ditetapkan sebagai
kepresidenan dan masuk dalam wilayah nederlandsch indie. Residen jambi
pertama adalah O.L Helfirch yang di angkat berdasarkan keputusan
gubernur jenderal belanda NO.20 tanggal 4 mei 1906 dan pelantikannya di
laksanakan 2 juli 1906
Kekuasaan
belanda atas jambi berlangsung ±36 tahun karena pada tanggal 9 maret
1942 terjadi peralihan kekuasaan kepada pemerintahan jepang. Pada 14
agustus 1945 jepang menyerah kepada sekutu. Tanggal 17 agustus 1945 di
proklamasikanlah negara republik indonesia. Sumatera di saat proklamasi
tersebut menjadi satu provinsi yaitu sumatera dan medan sebagai
ibukotanya dan MR.Teuku Muhammad Hasan di tunjuk memegangkan jabatan
gubernurnya
Pada
tanggal 18 April 1946 Komite Nasional indonesia sumatera bersidang di
bukit tinggi memutuskan provinsi sumatera terdiri dari tiga Sub Provinsi
yaitu Sub Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Tengah dan Sumatera Selatan
Sub
provinsi Sumatera Tengah mencakup keresidenan Sumatra Barat, Riau dan
Jambi. Tarik menarik keresidenan jambi untuk masuk ke sumatera selatan
atau sumatera tengah ternyata cukup alot dan akhirnya di tetapkan dengan
pemungutan suara pada sidang Komite Nasional indonesia sumatera
tersebut dan keresidenan jambi masuk ke sumatera Tengah. Sub-sub
provinsi dari provinsi sumatera ini kemudian dengan undang-undang nomor
10 tahun 1948 di tetapkan sebagai Provinsi
Dengan UU.No.22 tahun 1948 tentang pokok-pokok pemerintahan daerah
keresidenan jambi saat itu terdiri dari 2kabupaten dan 1 kota praja
Jambi. Kabupaten-kabupaten tersebut adalah kabupaten merangin yang
mencakup kewedanaan muaro tebo, muaro bungo, bangko dan batanghari
terdiri dari kewedanaan muara tembesi, jambi luar kota, kuala tungkal,
banyak pemuka masyarakat yang ingin keresidenan jambi untuk menjadi
bagian sumatera selatan dan dibagian lain ingin tetap bahkan apa yang
ingin berdiri sendiri, terlebih dari itu, kerinci kembali dihendaki
masuk keresidenan jambi, karena sejak tanggal 1 juni 1922 yang tadinya
bagian dari kesultanan Jambi di masukkan ke residenan sumatera Barat
tepatnya jadi bagian dari kabupaten pesisir selatan dan kerinci (PSK)
Tuntutan keresidenan jambi menjadi daera tingkat I provinsi diangkat
dalam pernyataan bersama antara himpunan pemuda merangin
batanghari(HP,MERBAHARI) dengan front pemuda jambi(FROPEJA) tanggal 10
April 1954 yang di serahkan langsung kepada Bung Hatta, Wakil Presiden
di bangko, yang ketika itu berkunjung kesana. Penduduk jambi saat itu
tercatat kurang lebih 500.000 jiwa(tidak termasuk kerinci)
Keinginan
tersebut di wujudkan kembali dalam kongres Pemuda se-Daerah jambi 30
April – 3 Mei 1954 dengan mengutus tiga orang delegasi yaitu,
Rd.abdullah, AT Hanafiah dan H.Said serta seorag penasehat delegrasi
yaitu, bapak.syamsu bahrun menghadap mendagri Prof. DR.MR Hazairin
Berbagai
kebulatan tekad setelah itu bermunculan baik oleh berbagai gabungan
partai politik, dewan pemerintahan Marga, Dewan Perwakilan Rakyat daerah
Merangin, Batanghari. Puncaknya pada kongres rakyat jambi 14-18 juni
1955 di gedung bioskop Murni terbentuklah wadah perjuangan Rakyat Jambi
bernama Badan Kongres Rakyat Jambi (BKRD) untuk mengupayakan dan
memperjuangkan Jambi di daerah Otonomi Tingkat 1 Provinsi Jambi
Kongres
Pemuda se-daerah jambi tanggal 2-5 januari 1957 mendesak BKRD
menyatakan keresidenan Jambi de facto menjadi provinsi
selambat-lambatnya tanggal 9 januari 1957
Sidang
pieno BKRD tanggal 6 januari 1957 pukul 02:00 dengan resmi menetapkan
keresidenan jambi Daerah Otonomi Tingkat 1 Provinsi yang berhubungan
langsung dengan pemerintah pusat dan keluar dari provinsi Sumatera
Tengah. Dewan Banteng selaku penguasa pemerintah provinsi sumatera
tengah yang telah mengambil alih pemerintahan provinsi sumatera tengah
dari gubernur Ruslan Mulyohardjo pada tanggal 9 januari 1957 menyetujui
keputusan BKRD
Pada
tanggal 8 agustus 1957 ketua Dewan Banteng Letkol Ahmad Husein melantik
Residen Djamin gr. Datuk Bagindo sebagai acting gubernur dan H. Hanafi
sebagai wakil Acting Gubernur provinsi Djambi, dengan staf 11 orang,
yaitu Nuhan, Rd. Hasan Amin, M.Adnan Kasim, H.A. Manap ,Salim,Syamsu
Bahrun, Kms. H.A.Somad. Rd. Suhur, Manan , Imron Nungcik dan Abd Umar
yang di kukuhkan dengan SK.No.009/KD/U/L KPTS. Tertanggal 8 ferbuari
1957 dan sekaligus meresmikan berdirinya provinsi jambi di halaman rumah
Residenan Jambi (kini Gubernuran Jambi)
Pada
tanggal 9 agustus 1957 presiden RI Ir. Soekarno akhirnya mendatangani
di denpasar bali UU Darurat No. 19 tahun 1957 tentang pembentukan
provinsi sumatera barat, Riau dan Jambi. Dengan UU No. 61 tahun 1958
tanggal 25 juli 1958 UU Darurat No. 19 tahun 1957 tentang pembentukan
daerah sumatera Tingkat 1 Sumatera Barat, Djambi dan Riau (UU tahun 1957
No. 75) sebagai undang-undang
Dalam
UU No. 61 tahun 1958 di sebutkan pada pasal 1 huruf b, bahwa daerah
Swantantra tingkat 1 Jambi wilayahnya mencakup wilayah daerah Swantantra
tingkat II Batanghari, Merangin, dan Kota Praja Jambi serta
kecamatan-kecamatan Kerinci Huku, Tengah dan Hilir
Kelanjutan
UU. No. 61 tahun 1958 tersebut pada tanggal 19 desember 1958 Mandagri
Sanoesi Hardjadinata mengangkat dan menetapkan Djamin gr. Datuk Bagindo
Residen Jambi sebagai Dienst Doend DD Gubernur (residen yang di tugaskan
sebagai Gubernur Provinsi Jambi dengan SK nomor UP/5/8/4). Pejabat
Gubernur pada tanggal 30 Desember 1958 meresmikan berdirinya Provinsi
Jambi atas nama Mendagri di Gedung Nasional Jambi (sekarang gedung
BKOW). Kendati dujure Provinsi jambi di tetapkan dengan UU darurat 1957
dan kemudian UU NO.61 tahun 1958 tetapi dengan pertimbangan sejarah
asal-usul pembentukannya oleh masyarakat jambi melalui BKRD maka tanggal
keputusan BKRD 6 januari 1957 di tetapkan sebagai hari jadi Provinsi
Jambi, sebagaimana tertuang dalam peraturan daerah provinsi Djambi
Nomor. 1 tahun 1970 tanggal 7 juni 1970 tentang Hari Lahir Provinsi
Djambi (.blogspot.co.)
SEJARAH BERDIRINYA PROVINSI JAMBI
Dengan
berakhirnya masa kesultanan jambi menyusul gugurnya Sultan Thaha
Saifudin tanggal 27 April 1904 dan berhasilnya belanda menguasai
wilayah-wilayah kesultanan jambi, maka jamb ditetapkan sebagai
kepresidenan dan masuk dalam wilayah nederlandsch indie. Residen jambi
pertama adalah O.L Helfirch yang di angkat berdasarkan keputusan
gubernur jenderal belanda NO.20 tanggal 4 mei 1906 dan pelantikannya di
laksanakan 2 juli 1906
Kekuasaan
belanda atas jambi berlangsung ±36 tahun karena pada tanggal 9 maret
1942 terjadi peralihan kekuasaan kepada pemerintahan jepang. Pada 14
agustus 1945 jepang menyerah kepada sekutu. Tanggal 17 agustus 1945 di
proklamasikanlah negara republik indonesia. Sumatera di saat proklamasi
tersebut menjadi satu provinsi yaitu sumatera dan medan sebagai
ibukotanya dan MR.Teuku Muhammad Hasan di tunjuk memegangkan jabatan
gubernurnya
Pada
tanggal 18 April 1946 Komite Nasional indonesia sumatera bersidang di
bukit tinggi memutuskan provinsi sumatera terdiri dari tiga Sub Provinsi
yaitu Sub Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Tengah dan Sumatera Selatan
Sub
provinsi Sumatera Tengah mencakup keresidenan Sumatra Barat, Riau dan
Jambi. Tarik menarik keresidenan jambi untuk masuk ke sumatera selatan
atau sumatera tengah ternyata cukup alot dan akhirnya di tetapkan dengan
pemungutan suara pada sidang Komite Nasional indonesia sumatera
tersebut dan keresidenan jambi masuk ke sumatera Tengah. Sub-sub
provinsi dari provinsi sumatera ini kemudian dengan undang-undang nomor
10 tahun 1948 di tetapkan sebagai Provinsi
Dengan UU.No.22 tahun 1948 tentang pokok-pokok pemerintahan daerah
keresidenan jambi saat itu terdiri dari 2kabupaten dan 1 kota praja
Jambi. Kabupaten-kabupaten tersebut adalah kabupaten merangin yang
mencakup kewedanaan muaro tebo, muaro bungo, bangko dan batanghari
terdiri dari kewedanaan muara tembesi, jambi luar kota, kuala tungkal,
banyak pemuka masyarakat yang ingin keresidenan jambi untuk menjadi
bagian sumatera selatan dan dibagian lain ingin tetap bahkan apa yang
ingin berdiri sendiri, terlebih dari itu, kerinci kembali dihendaki
masuk keresidenan jambi, karena sejak tanggal 1 juni 1922 yang tadinya
bagian dari kesultanan Jambi di masukkan ke residenan sumatera Barat
tepatnya jadi bagian dari kabupaten pesisir selatan dan kerinci (PSK)
Tuntutan keresidenan jambi menjadi daera tingkat I provinsi diangkat
dalam pernyataan bersama antara himpunan pemuda merangin
batanghari(HP,MERBAHARI) dengan front pemuda jambi(FROPEJA) tanggal 10
April 1954 yang di serahkan langsung kepada Bung Hatta, Wakil Presiden
di bangko, yang ketika itu berkunjung kesana. Penduduk jambi saat itu
tercatat kurang lebih 500.000 jiwa(tidak termasuk kerinci)
Keinginan
tersebut di wujudkan kembali dalam kongres Pemuda se-Daerah jambi 30
April – 3 Mei 1954 dengan mengutus tiga orang delegasi yaitu,
Rd.abdullah, AT Hanafiah dan H.Said serta seorag penasehat delegrasi
yaitu, bapak.syamsu bahrun menghadap mendagri Prof. DR.MR Hazairin
Berbagai
kebulatan tekad setelah itu bermunculan baik oleh berbagai gabungan
partai politik, dewan pemerintahan Marga, Dewan Perwakilan Rakyat daerah
Merangin, Batanghari. Puncaknya pada kongres rakyat jambi 14-18 juni
1955 di gedung bioskop Murni terbentuklah wadah perjuangan Rakyat Jambi
bernama Badan Kongres Rakyat Jambi (BKRD) untuk mengupayakan dan
memperjuangkan Jambi di daerah Otonomi Tingkat 1 Provinsi Jambi
Kongres
Pemuda se-daerah jambi tanggal 2-5 januari 1957 mendesak BKRD
menyatakan keresidenan Jambi de facto menjadi provinsi
selambat-lambatnya tanggal 9 januari 1957
Sidang
pieno BKRD tanggal 6 januari 1957 pukul 02:00 dengan resmi menetapkan
keresidenan jambi Daerah Otonomi Tingkat 1 Provinsi yang berhubungan
langsung dengan pemerintah pusat dan keluar dari provinsi Sumatera
Tengah. Dewan Banteng selaku penguasa pemerintah provinsi sumatera
tengah yang telah mengambil alih pemerintahan provinsi sumatera tengah
dari gubernur Ruslan Mulyohardjo pada tanggal 9 januari 1957 menyetujui
keputusan BKRD
Pada
tanggal 8 agustus 1957 ketua Dewan Banteng Letkol Ahmad Husein melantik
Residen Djamin gr. Datuk Bagindo sebagai acting gubernur dan H. Hanafi
sebagai wakil Acting Gubernur provinsi Djambi, dengan staf 11 orang,
yaitu Nuhan, Rd. Hasan Amin, M.Adnan Kasim, H.A. Manap ,Salim,Syamsu
Bahrun, Kms. H.A.Somad. Rd. Suhur, Manan , Imron Nungcik dan Abd Umar
yang di kukuhkan dengan SK.No.009/KD/U/L KPTS. Tertanggal 8 ferbuari
1957 dan sekaligus meresmikan berdirinya provinsi jambi di halaman rumah
Residenan Jambi (kini Gubernuran Jambi)
Pada
tanggal 9 agustus 1957 presiden RI Ir. Soekarno akhirnya mendatangani
di denpasar bali UU Darurat No. 19 tahun 1957 tentang pembentukan
provinsi sumatera barat, Riau dan Jambi. Dengan UU No. 61 tahun 1958
tanggal 25 juli 1958 UU Darurat No. 19 tahun 1957 tentang pembentukan
daerah sumatera Tingkat 1 Sumatera Barat, Djambi dan Riau (UU tahun 1957
No. 75) sebagai undang-undang
Dalam
UU No. 61 tahun 1958 di sebutkan pada pasal 1 huruf b, bahwa daerah
Swantantra tingkat 1 Jambi wilayahnya mencakup wilayah daerah Swantantra
tingkat II Batanghari, Merangin, dan Kota Praja Jambi serta
kecamatan-kecamatan Kerinci Huku, Tengah dan Hilir
Kelanjutan
UU. No. 61 tahun 1958 tersebut pada tanggal 19 desember 1958 Mandagri
Sanoesi Hardjadinata mengangkat dan menetapkan Djamin gr. Datuk Bagindo
Residen Jambi sebagai Dienst Doend DD Gubernur (residen yang di tugaskan
sebagai Gubernur Provinsi Jambi dengan SK nomor UP/5/8/4). Pejabat
Gubernur pada tanggal 30 Desember 1958 meresmikan berdirinya Provinsi
Jambi atas nama Mendagri di Gedung Nasional Jambi (sekarang gedung
BKOW). Kendati dujure Provinsi jambi di tetapkan dengan UU darurat 1957
dan kemudian UU NO.61 tahun 1958 tetapi dengan pertimbangan sejarah
asal-usul pembentukannya oleh masyarakat jambi melalui BKRD maka tanggal
keputusan BKRD 6 januari 1957 di tetapkan sebagai hari jadi Provinsi
Jambi, sebagaimana tertuang dalam peraturan daerah provinsi Djambi
Nomor. 1 tahun 1970 tanggal 7 juni 1970 tentang Hari Lahir Provinsi
Djambi.
Tulisan ini diambil dari : http://suryapost.co/sejarah-berdirinya-provinsi-jambi.html
Riau merupakan salah satu
provinsi terbesar di Indonesia jauh sebelum Kepulauan Riau berpisah menjadi
provinsi sendiri pada saat itu. Ya, sebelumnya, Riau dan Kepulauan Riau adalah
satu provinsi. Negeri melayu ini sungguhlah luas, bermula dari ranah Kampar,
Kuantan hingga terus ke utara, lingga, penyengat,johor, hingga Natuna. sesuai
dengan ungkapan adat berikut ini :
Palembang merupakan nama salah satu kota di Sumatera, tepatnya di
Sumatera Selatan. Kota yang terkenal dengan Jembatan Ampera dan Makanan
Khas Pempek ini, merupakan sebuah kota yang memiliki nilai sejarah yang
tinggi di dalam perjalanannya. Hingga saat ini, kota Palembang menjadi
kota yang berkembang, dan merupakan salah satu kota terbesar di
Sumatera pada khususnya dengan menempati peringkat kedua, dan Indonesia
pada umumnya dengan peringkat ke-8.
Konon keturunan bangsa Aceh adalah
dari tanah Persia. Seperti kita sering dengar kepanjangan ACEH sebagai
Arab, China, Eropa, dan Hindustan (India). Namun sampai sekarang jarang
para sarjana yang mengangkat kisah seperti ini. Hanya Affan Jamuda dan
A.B. Lila Wangsa yang menulis “Peungajaran Peuturi Droe Keudroe
(Pelajaran mengenal diri sendiri)” menyebutkan: Wangsa Acheh
Sejarah papua barat sebelum proklamasi kemerdekaan indonesia
Sejarah Papua Barat atau yang
sebelumnya dikenal dengan nama Irian Jaya sebelum kemerdekaan Indonesia
kurang dibahas dalam buku-buku sejarah nasional untuk sekolah dasar
sampai menengah, sehingga banyak yang tidak mengetahuinya. Sejarah Papua
Barat dalam hal hubungannya dengan bangsa-bangsa lain yang mendiami
Kepulauan Nusantara sangat penting, karena apabila kita
Kampung kecil, dalam masa lebih kurang 80 tahun dengan pesat berkembang
menjadi kota, yang dewasa ini kita kenal sebagai kota Medan, berada di
suatu tanah datar atau MEDAN, di tempat Sungai Babura bertemu dengan
Sungai Deli, yang waktu itu dikenal sebagai “Medan Putri”, tidak jauh
dari Jalan Putri Hijau sekarang.
Sejarah berdirinya Kota Lampung menjadi salah satu artikel yang harus
anda baca untuk menambah pengetahuan mengenai masa lalu kota ini. Kota
Lampung menjadi salah satu kota yang sering sekali terdengar namanya
ketika masa menjelang dan sesudah Idul Fitri. Hal tersebut dikarenakan
di Lampung terdapat sebuah pelabuhan yang bernama Bakauhuni. Pelabuhan
ini menjadi tempat penyebrangan masyarakat yang perantauan dari Sumatera
ke daerah Jawa ataupun sebaliknya. Lalu, bagaimana cerita di balik
perjalanan kota Lampung? Berikut ini adalah ulasannya.





