Visit On :

Pantai Teluk Manado Tempoe Doeloe
Nama Manado berasal dari bahasa Tombulu tua, yakni Manoir yang sepadan dengan Maharor, Maerur atau Maherur dalam bahasa yang sama yang berarti berkumpul untuk berunding. Konon lokasi ini dahulu adalah Pahawinaroran ni Tasikela, yang artinya tempat berkumpul orang-orang Spanyol. Maksudnya suatu tempat dimana orang Minahasa dan orang Spanyol bertemu dan berkumpul untuk melangsungkan suatu perundingan.

Read More >>

cultural heritage dan living cultural yang tersisa dan hidup di kawasan tersebut adalah suatu bukti adanya kekayaan sejarah sebuah kota atau kawasan. Keduanya merupakan warisan peradaban umat manusia.
Demikian halnya dengan Kabupaten Tegal, Wilayah yang kaya akan jejak peninggalan kesejarahan sebagai penanda bahwa Kabupaten Tegal sebagai tlatah kawasan tak dapat dilepaskan dari keterkaitan garis sejarah hingga membentuk kawasan sekarang ini.
Read More >>
Sejarah Berdirinya Kota SemarangKota Semrang yang terletak di sisi pantai utara pulau Jawa ini bisa ditelusuri jauh hingga abad ke-6, dimana daerah tersebut dulunya merupakan daerah pesisir dengan nama Pragota, juga merupakan sebuah bagian dari kerajaan tua di Indonesia, yaitu kerajaan Mataram Kuno. Kini, daerah dengan total area 373.70 km3 ini memiliki populasi sebanyak 2 juta jiwa, menjadikannya kota ke-6 di Indonesia yang memiliki penduduk terbanyak, dan kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Dulu, kota Semarang merupakan sebuah kota dermaga yang besar dan maju ketika masa kolonial Belanda, dan hingga sekarang tetap menjadi daerah pusat untuk hal-hal yang berbau maritim.
Read More >>

 Sejarah Kabupaten Bekasi


    
 Dalam catatan sejarah, nama "Bekasi" memiliki arti dan nilai sejarah yang khas. Menurut Poerbatjaraka, seorang ahli bahasa Sansekerta dan Jawa Kuno - Asal mula kata Bekasi, secara filosofis, berasal  dari kata Chandrabhaga. Chandra berarti "bulan" (dalam bahasa Jawa Kuno, sama  dengan kata Sasi) dan Bhaga berarti "bagian". Jadi, secara etimologis kata  Chandrabhaga  berarti  bagian dari bulan.
Read More >>


Ada yang mengatakan bahwa nama Sukabumi berasal dari bahasa Sunda, yaitu Suka-Bumen, yang bermakna bahwa pada kawasan yang memiliki udara sejuk dan nyaman ini membuat orang-orang suka bumen-bumen atau menetap. Penjelasan yang lebih masuk akal adalah bahwa nama "Sukabumi" berasal dari bahasa Sansekerta suka, "kesenangan, kebahagiaan, kesukaan" dan bhumi, "bumi". Jadi "Sukabumi" artinya "bumi kesukaan".
Read More >>
Setelah 20 tahun merayakan hari ulang tahun dengan tonggak peresmian sebagai Kotamadya pada 27 Februari 1992, mulai tahun 2013 ini Denpasar merayakan hari jadi dengan mengambil tonggak pendirian Puri Denpasar tahun 1788. Itu sebabnya, perayaan HUT Kota Denpasar tahun ini ditandai sebagai hari jadi ke-225.
Penetapan tahun 1788 sebagai tonggak pendirian Kota Denpasar ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2012 tentang Hari Jadi Kota Denpasar. Seperti apa sebetulnya Denpasar dua seperempat abad lalu?
Read More >>


kerajaan cirebon - keraton kasepuhanKerajaan Cirebon merupakan sebuah kerajaan bercorak Islam ternama yang berasal dari Jawa Barat. Kesultanan Cirebon berdiri pada abad ke-15 dan 16 Masehi. Kesultanan Cirebon juga merupakan pangkalan penting yang menghubungkan jalur perdagangan antar pulau.
Read More >>
Daerah Gorontalo merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam di Indonesia Timur yaitu dari Ternate, Gorontalo, dan Bone. Seiring dengan penyebaran agama tersebut Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan perdagangan masyarakat di wilayah sekitar seperti Bolaang Mongondow (Sulaweis Utara); Buol Toli-Toli, Luwuk Banggai, Donggala (Sulawesi Tengah) bahkan sampai ke Sulawesi Tenggara. Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan perdagangan karena letaknya yang strategis menghadap Teluk Tomini (bagian selatan) dan Laut Sulawesi (bagian utara).
Read More >>
Sejarah kerajaan Banten merupakan kerajaan Islam yang terletak di Propinsi Banten. Mulanya, kerajaan Banten berada dibawah kekuasaan Kerajaan Demak. Namun, Banten berhasil melepaskan diri ketika mundurnya Kerajaan Demak. Pemimpin Kerajaan Banten pertama adalah Sultan Hasanuddin yang memerintah pada tahun 1522-1570. Sultan Hasanuddin berhasil membuat Banten
Read More >>
Dengan berakhirnya masa kesultanan jambi menyusul gugurnya Sultan Thaha Saifudin tanggal 27 April 1904 dan berhasilnya belanda menguasai wilayah-wilayah kesultanan jambi, maka jamb ditetapkan sebagai kepresidenan dan masuk dalam wilayah nederlandsch indie. Residen jambi pertama adalah O.L Helfirch yang di angkat berdasarkan keputusan gubernur jenderal belanda NO.20 tanggal 4 mei 1906 dan pelantikannya di laksanakan 2 juli 1906
Kekuasaan belanda atas jambi berlangsung ±36 tahun karena pada tanggal 9 maret 1942 terjadi peralihan kekuasaan kepada pemerintahan jepang. Pada 14 agustus 1945 jepang menyerah kepada sekutu. Tanggal 17 agustus 1945 di proklamasikanlah negara republik indonesia. Sumatera di saat proklamasi tersebut menjadi satu provinsi yaitu sumatera dan medan sebagai ibukotanya dan MR.Teuku Muhammad Hasan di tunjuk memegangkan jabatan gubernurnya
Pada tanggal 18 April 1946 Komite Nasional indonesia sumatera bersidang di bukit tinggi memutuskan provinsi sumatera terdiri dari tiga Sub Provinsi yaitu Sub Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Tengah dan Sumatera Selatan
Sub provinsi Sumatera Tengah mencakup keresidenan Sumatra Barat, Riau dan Jambi. Tarik menarik keresidenan jambi untuk masuk ke sumatera selatan atau sumatera tengah ternyata cukup alot dan akhirnya di tetapkan dengan pemungutan suara pada sidang Komite Nasional indonesia sumatera tersebut dan keresidenan jambi masuk ke sumatera Tengah. Sub-sub provinsi dari provinsi sumatera ini kemudian dengan undang-undang nomor 10 tahun 1948 di tetapkan sebagai Provinsi
Dengan UU.No.22 tahun 1948 tentang pokok-pokok pemerintahan daerah keresidenan jambi saat itu terdiri dari 2kabupaten dan 1 kota praja Jambi. Kabupaten-kabupaten tersebut adalah kabupaten merangin yang mencakup kewedanaan muaro tebo, muaro bungo, bangko dan batanghari terdiri dari kewedanaan muara tembesi, jambi luar kota, kuala tungkal, banyak pemuka masyarakat yang ingin keresidenan jambi untuk menjadi bagian sumatera selatan dan dibagian lain ingin tetap bahkan apa yang ingin berdiri sendiri, terlebih dari itu, kerinci kembali dihendaki masuk keresidenan jambi, karena sejak tanggal 1 juni 1922 yang tadinya bagian dari kesultanan Jambi di masukkan ke residenan sumatera Barat tepatnya jadi bagian dari kabupaten pesisir selatan dan kerinci (PSK)
Tuntutan keresidenan jambi menjadi daera tingkat I provinsi diangkat dalam pernyataan bersama antara himpunan pemuda merangin batanghari(HP,MERBAHARI) dengan front pemuda jambi(FROPEJA) tanggal 10 April 1954 yang di serahkan langsung kepada Bung Hatta, Wakil Presiden di bangko, yang ketika itu berkunjung kesana. Penduduk jambi saat itu tercatat kurang lebih 500.000 jiwa(tidak termasuk kerinci)
Keinginan tersebut di wujudkan kembali dalam kongres Pemuda se-Daerah jambi 30 April – 3 Mei 1954 dengan mengutus tiga orang delegasi yaitu, Rd.abdullah, AT Hanafiah dan H.Said serta seorag penasehat delegrasi yaitu, bapak.syamsu bahrun menghadap mendagri Prof. DR.MR Hazairin
Berbagai kebulatan tekad setelah itu bermunculan baik oleh berbagai gabungan partai politik, dewan pemerintahan Marga, Dewan Perwakilan Rakyat daerah Merangin, Batanghari. Puncaknya pada kongres rakyat jambi 14-18 juni 1955 di gedung bioskop Murni terbentuklah wadah perjuangan Rakyat Jambi bernama Badan Kongres Rakyat Jambi (BKRD) untuk mengupayakan dan memperjuangkan Jambi di daerah Otonomi Tingkat 1 Provinsi Jambi
Kongres Pemuda se-daerah jambi tanggal 2-5 januari 1957 mendesak BKRD menyatakan keresidenan Jambi de facto menjadi provinsi selambat-lambatnya tanggal 9 januari 1957
Sidang pieno BKRD tanggal 6 januari 1957 pukul 02:00 dengan resmi menetapkan keresidenan jambi Daerah Otonomi Tingkat 1 Provinsi yang berhubungan langsung dengan pemerintah pusat dan keluar dari provinsi Sumatera Tengah. Dewan Banteng selaku penguasa pemerintah provinsi sumatera tengah yang telah mengambil alih pemerintahan provinsi sumatera tengah dari gubernur Ruslan Mulyohardjo pada tanggal 9 januari 1957 menyetujui keputusan BKRD
Pada tanggal 8 agustus 1957 ketua Dewan Banteng Letkol Ahmad Husein melantik Residen Djamin gr. Datuk Bagindo sebagai acting gubernur dan H. Hanafi sebagai wakil Acting Gubernur provinsi Djambi, dengan staf 11 orang, yaitu Nuhan, Rd. Hasan Amin, M.Adnan Kasim, H.A. Manap ,Salim,Syamsu Bahrun, Kms. H.A.Somad. Rd. Suhur, Manan , Imron Nungcik dan Abd Umar yang di kukuhkan dengan SK.No.009/KD/U/L KPTS. Tertanggal 8 ferbuari 1957 dan sekaligus meresmikan berdirinya provinsi jambi di halaman rumah Residenan Jambi (kini Gubernuran Jambi)
Pada tanggal 9 agustus 1957 presiden RI Ir. Soekarno akhirnya mendatangani di denpasar bali UU Darurat No. 19 tahun 1957 tentang pembentukan provinsi sumatera barat, Riau dan Jambi. Dengan UU No. 61 tahun 1958 tanggal 25 juli 1958 UU Darurat No. 19 tahun 1957 tentang pembentukan daerah sumatera Tingkat 1 Sumatera Barat, Djambi dan Riau (UU tahun 1957 No. 75) sebagai undang-undang
Dalam UU No. 61 tahun 1958 di sebutkan pada pasal 1 huruf b, bahwa daerah Swantantra tingkat 1 Jambi wilayahnya mencakup wilayah daerah Swantantra tingkat II Batanghari, Merangin, dan Kota Praja Jambi serta kecamatan-kecamatan Kerinci Huku, Tengah dan Hilir
Kelanjutan UU. No. 61 tahun 1958 tersebut pada tanggal 19 desember 1958 Mandagri Sanoesi Hardjadinata mengangkat dan menetapkan Djamin gr. Datuk Bagindo Residen Jambi sebagai Dienst Doend DD Gubernur (residen yang di tugaskan sebagai Gubernur Provinsi Jambi dengan SK nomor UP/5/8/4). Pejabat Gubernur pada tanggal 30 Desember 1958 meresmikan berdirinya Provinsi Jambi atas nama Mendagri di Gedung Nasional Jambi (sekarang gedung BKOW). Kendati dujure Provinsi jambi di tetapkan dengan UU darurat 1957 dan kemudian UU NO.61 tahun 1958 tetapi dengan pertimbangan sejarah asal-usul pembentukannya oleh masyarakat jambi melalui BKRD maka tanggal keputusan BKRD 6 januari 1957 di tetapkan sebagai hari jadi Provinsi Jambi, sebagaimana tertuang dalam peraturan daerah provinsi Djambi Nomor. 1 tahun 1970 tanggal 7 juni 1970 tentang Hari Lahir Provinsi Djambi (.blogspot.co.)
SEJARAH BERDIRINYA PROVINSI JAMBI
Dengan berakhirnya masa kesultanan jambi menyusul gugurnya Sultan Thaha Saifudin tanggal 27 April 1904 dan berhasilnya belanda menguasai wilayah-wilayah kesultanan jambi, maka jamb ditetapkan sebagai kepresidenan dan masuk dalam wilayah nederlandsch indie. Residen jambi pertama adalah O.L Helfirch yang di angkat berdasarkan keputusan gubernur jenderal belanda NO.20 tanggal 4 mei 1906 dan pelantikannya di laksanakan 2 juli 1906
Kekuasaan belanda atas jambi berlangsung ±36 tahun karena pada tanggal 9 maret 1942 terjadi peralihan kekuasaan kepada pemerintahan jepang. Pada 14 agustus 1945 jepang menyerah kepada sekutu. Tanggal 17 agustus 1945 di proklamasikanlah negara republik indonesia. Sumatera di saat proklamasi tersebut menjadi satu provinsi yaitu sumatera dan medan sebagai ibukotanya dan MR.Teuku Muhammad Hasan di tunjuk memegangkan jabatan gubernurnya
Pada tanggal 18 April 1946 Komite Nasional indonesia sumatera bersidang di bukit tinggi memutuskan provinsi sumatera terdiri dari tiga Sub Provinsi yaitu Sub Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Tengah dan Sumatera Selatan
Sub provinsi Sumatera Tengah mencakup keresidenan Sumatra Barat, Riau dan Jambi. Tarik menarik keresidenan jambi untuk masuk ke sumatera selatan atau sumatera tengah ternyata cukup alot dan akhirnya di tetapkan dengan pemungutan suara pada sidang Komite Nasional indonesia sumatera tersebut dan keresidenan jambi masuk ke sumatera Tengah. Sub-sub provinsi dari provinsi sumatera ini kemudian dengan undang-undang nomor 10 tahun 1948 di tetapkan sebagai Provinsi
Dengan UU.No.22 tahun 1948 tentang pokok-pokok pemerintahan daerah keresidenan jambi saat itu terdiri dari 2kabupaten dan 1 kota praja Jambi. Kabupaten-kabupaten tersebut adalah kabupaten merangin yang mencakup kewedanaan muaro tebo, muaro bungo, bangko dan batanghari terdiri dari kewedanaan muara tembesi, jambi luar kota, kuala tungkal, banyak pemuka masyarakat yang ingin keresidenan jambi untuk menjadi bagian sumatera selatan dan dibagian lain ingin tetap bahkan apa yang ingin berdiri sendiri, terlebih dari itu, kerinci kembali dihendaki masuk keresidenan jambi, karena sejak tanggal 1 juni 1922 yang tadinya bagian dari kesultanan Jambi di masukkan ke residenan sumatera Barat tepatnya jadi bagian dari kabupaten pesisir selatan dan kerinci (PSK)
Tuntutan keresidenan jambi menjadi daera tingkat I provinsi diangkat dalam pernyataan bersama antara himpunan pemuda merangin batanghari(HP,MERBAHARI) dengan front pemuda jambi(FROPEJA) tanggal 10 April 1954 yang di serahkan langsung kepada Bung Hatta, Wakil Presiden di bangko, yang ketika itu berkunjung kesana. Penduduk jambi saat itu tercatat kurang lebih 500.000 jiwa(tidak termasuk kerinci)
Keinginan tersebut di wujudkan kembali dalam kongres Pemuda se-Daerah jambi 30 April – 3 Mei 1954 dengan mengutus tiga orang delegasi yaitu, Rd.abdullah, AT Hanafiah dan H.Said serta seorag penasehat delegrasi yaitu, bapak.syamsu bahrun menghadap mendagri Prof. DR.MR Hazairin
Berbagai kebulatan tekad setelah itu bermunculan baik oleh berbagai gabungan partai politik, dewan pemerintahan Marga, Dewan Perwakilan Rakyat daerah Merangin, Batanghari. Puncaknya pada kongres rakyat jambi 14-18 juni 1955 di gedung bioskop Murni terbentuklah wadah perjuangan Rakyat Jambi bernama Badan Kongres Rakyat Jambi (BKRD) untuk mengupayakan dan memperjuangkan Jambi di daerah Otonomi Tingkat 1 Provinsi Jambi
Kongres Pemuda se-daerah jambi tanggal 2-5 januari 1957 mendesak BKRD menyatakan keresidenan Jambi de facto menjadi provinsi selambat-lambatnya tanggal 9 januari 1957
Sidang pieno BKRD tanggal 6 januari 1957 pukul 02:00 dengan resmi menetapkan keresidenan jambi Daerah Otonomi Tingkat 1 Provinsi yang berhubungan langsung dengan pemerintah pusat dan keluar dari provinsi Sumatera Tengah. Dewan Banteng selaku penguasa pemerintah provinsi sumatera tengah yang telah mengambil alih pemerintahan provinsi sumatera tengah dari gubernur Ruslan Mulyohardjo pada tanggal 9 januari 1957 menyetujui keputusan BKRD
Pada tanggal 8 agustus 1957 ketua Dewan Banteng Letkol Ahmad Husein melantik Residen Djamin gr. Datuk Bagindo sebagai acting gubernur dan H. Hanafi sebagai wakil Acting Gubernur provinsi Djambi, dengan staf 11 orang, yaitu Nuhan, Rd. Hasan Amin, M.Adnan Kasim, H.A. Manap ,Salim,Syamsu Bahrun, Kms. H.A.Somad. Rd. Suhur, Manan , Imron Nungcik dan Abd Umar yang di kukuhkan dengan SK.No.009/KD/U/L KPTS. Tertanggal 8 ferbuari 1957 dan sekaligus meresmikan berdirinya provinsi jambi di halaman rumah Residenan Jambi (kini Gubernuran Jambi)
Pada tanggal 9 agustus 1957 presiden RI Ir. Soekarno akhirnya mendatangani di denpasar bali UU Darurat No. 19 tahun 1957 tentang pembentukan provinsi sumatera barat, Riau dan Jambi. Dengan UU No. 61 tahun 1958 tanggal 25 juli 1958 UU Darurat No. 19 tahun 1957 tentang pembentukan daerah sumatera Tingkat 1 Sumatera Barat, Djambi dan Riau (UU tahun 1957 No. 75) sebagai undang-undang
Dalam UU No. 61 tahun 1958 di sebutkan pada pasal 1 huruf b, bahwa daerah Swantantra tingkat 1 Jambi wilayahnya mencakup wilayah daerah Swantantra tingkat II Batanghari, Merangin, dan Kota Praja Jambi serta kecamatan-kecamatan Kerinci Huku, Tengah dan Hilir
Kelanjutan UU. No. 61 tahun 1958 tersebut pada tanggal 19 desember 1958 Mandagri Sanoesi Hardjadinata mengangkat dan menetapkan Djamin gr. Datuk Bagindo Residen Jambi sebagai Dienst Doend DD Gubernur (residen yang di tugaskan sebagai Gubernur Provinsi Jambi dengan SK nomor UP/5/8/4). Pejabat Gubernur pada tanggal 30 Desember 1958 meresmikan berdirinya Provinsi Jambi atas nama Mendagri di Gedung Nasional Jambi (sekarang gedung BKOW). Kendati dujure Provinsi jambi di tetapkan dengan UU darurat 1957 dan kemudian UU NO.61 tahun 1958 tetapi dengan pertimbangan sejarah asal-usul pembentukannya oleh masyarakat jambi melalui BKRD maka tanggal keputusan BKRD 6 januari 1957 di tetapkan sebagai hari jadi Provinsi Jambi, sebagaimana tertuang dalam peraturan daerah provinsi Djambi Nomor. 1 tahun 1970 tanggal 7 juni 1970 tentang Hari Lahir Provinsi Djambi.

Tulisan ini diambil dari : http://suryapost.co/sejarah-berdirinya-provinsi-jambi.html
Read More >>
Riau merupakan salah satu provinsi terbesar di Indonesia jauh sebelum Kepulauan Riau berpisah menjadi provinsi sendiri pada saat itu. Ya, sebelumnya, Riau dan Kepulauan Riau adalah satu provinsi. Negeri melayu ini sungguhlah luas, bermula dari ranah Kampar, Kuantan hingga terus ke utara, lingga, penyengat,johor, hingga Natuna. sesuai dengan ungkapan adat berikut ini :
Read More >>
Palembang merupakan nama salah satu kota di Sumatera, tepatnya di Sumatera Selatan. Kota yang terkenal dengan Jembatan Ampera dan Makanan Khas Pempek ini, merupakan sebuah kota yang memiliki nilai sejarah yang tinggi di dalam perjalanannya. Hingga saat ini, kota Palembang menjadi kota yang berkembang, dan merupakan salah satu kota terbesar di Sumatera pada khususnya dengan menempati peringkat kedua, dan Indonesia pada umumnya dengan peringkat ke-8.
Read More >>
Konon keturunan bangsa Aceh adalah dari tanah Persia. Seperti kita sering dengar kepanjangan ACEH sebagai Arab, China, Eropa, dan Hindustan (India). Namun sampai sekarang jarang para sarjana yang mengangkat kisah seperti ini. Hanya Affan Jamuda dan A.B. Lila Wangsa yang menulis “Peungajaran Peuturi Droe Keudroe (Pelajaran mengenal diri sendiri)” menyebutkan: Wangsa Acheh
Read More >>

Sejarah papua barat sebelum proklamasi kemerdekaan indonesia

Sejarah Papua Barat atau yang sebelumnya dikenal dengan nama Irian Jaya sebelum kemerdekaan Indonesia kurang dibahas dalam buku-buku sejarah nasional untuk sekolah dasar sampai menengah, sehingga banyak yang tidak mengetahuinya. Sejarah Papua Barat dalam hal hubungannya dengan bangsa-bangsa lain yang mendiami Kepulauan Nusantara sangat penting, karena apabila kita
Read More >>
Kampung kecil, dalam masa lebih kurang 80 tahun dengan pesat berkembang menjadi kota, yang dewasa ini kita kenal sebagai kota Medan, berada di suatu tanah datar atau MEDAN, di tempat Sungai Babura bertemu dengan Sungai Deli, yang waktu itu dikenal sebagai “Medan Putri”, tidak jauh dari Jalan Putri Hijau sekarang.

Read More >>
Sejarah berdirinya Kota Lampung menjadi salah satu artikel yang harus anda baca untuk menambah pengetahuan mengenai masa lalu kota ini. Kota Lampung menjadi salah satu kota yang sering sekali terdengar namanya ketika masa menjelang dan sesudah Idul Fitri. Hal tersebut dikarenakan di Lampung terdapat sebuah pelabuhan yang bernama Bakauhuni. Pelabuhan ini menjadi tempat penyebrangan masyarakat yang perantauan dari Sumatera ke daerah Jawa ataupun sebaliknya. Lalu, bagaimana cerita di balik perjalanan kota Lampung? Berikut ini adalah ulasannya.
Read More >>